Pastikan Keabsahan Hasil Uji dengan Jaminan Mutu Laboratorium

Halo Sobat Chemist! Seberapa yakin kamu dengan pengujian yang kamu lakukan di laboratorium memberikan hasil yang akurat?

Yakin?? Atau gak yakin? Tentunya sebagai seorang analis laboratorium memiliki dilema tersendiri saat melakukan pengujian kadar sampel. Apakah pengujian yang dilakukan sudah sesuai? Adakah, kesalahan prosedur, kontaminan atau berbagai kesalahan yang menjadikan hasilnya yang tidak akurat?Apalagi kalo dijumpai sampel yang dilakukan di hari yang sama dengan kondisi yang sama tapi membarikan hasil yang jauh berbeda? Kira-kira kenapa yaa??

Nah untuk membuktikan keakuratan hasul uji di Laboratorium, maka perlu adanya Program Jaminan Mutu.

Apa itu program jaminan mutu?

 

Program jaminan mutu hasil uji adalah kegiatan sistematis dan terencana yang dilakukan untuk memastikan data hasil pengujian atau kalibrasi akurat dan presisi. Berdasarkan ISO/IEC 17025 : 2017 mutu data hasil uji dapat dilakukan dengan 2 cara

  • Jaminan mutu internal
  • Jaminan mutu eksternal

Pada artikel ini kita akan membahas bagaimana cara menjaminan mutu internal laboratorium (IQC : Internal Quality Control).

Internal Quality Control

Internal Quality Control dilakukan untuk memastikan proses pengujian yang dilakukan dapat berjalan efektif dan efisien dalam memberikan hasil uji akurat dengan mengendalikan berbagai ketidaksesuaian yang mungkin terjadi dengan program jaminan mutu yang dilakukan pada lingkup internal laboratorium. Lalu bagaimana cara menjamin mutu data hasil uji dengan

  1. Penggunaan bahan acuan bersertifikat (CRM) atau bahan pengendalian mutu

CRM merupakan bahan acuan yang diproduksi oleh produsen bahan acuan bersertifikat ISO 17043 sedangkan bahan pengendalian mutu hanya mempunyai nilai yang dianggap benar (seperti nilai consensus dari uji profisiensi)

  1. Pemeriksaan fungsional alat uji (uji kesesuaian system)

Uji kesesaian system adalah uji yang dilakukan terhadap peralatan uji untuk memastikan sistem peralatan siap untuk dipakai

  1. Penggunaan standar kerja dengan peta kendali (control chart)

Control chart adalah suatu grafik yang digunakan untuk mengetahui ada tidaknya pengimpangan dari suatu pengujian dengan cara mengukur control sampel yang dilakukan dalam waktu yang berbeda-beda oleh analis yang berbeda.

 

Peta Kendali (Control Chart) Pengujian
Peta Kendali (Control Chart) Pengujian
  1. Pemeriksaan antara alat ukur

Pemeriksaan antara dilakukan untuk memverifikasi status kalibrasi alat ukur dalam selang antara 2 kalibrasi yang berurutan agar dapat dipastikan apakah rekalibrasi terhadap peralatan harus dilakukan atau masih belum perlu dilakukan.

  1. Pengulangan pengujian dengan metode yang sama

Pengulangan dilakukan untuk memastikan presisi suatu metode uji. Hitung koefisien variasi pengujian

 

  • Pengujian yang diulang oleh analis yang berbeda dengan metode yang sama (reprodusibilitas)

 

 

KV (Koefisien Variasi) pengujian ≤ KV Horwitz

 

  • Pengujian yang diulang oleh analis yang sama dengan metode yang sama (repeatabilitas)

 

KV (Koefisien Variasi) pengujian ≤ 2/3 KV Horwitz

 

  1. Pengulangan pengujian menggunakan metode berbeda

Apabila lab tidak mempunyai CRM maka untuk membuktikan keakuratan metode uji dapat menguji sampel sama dengan dua metode uji yang independent. Apabila hasil dua metode uji tersebut memberikan uji yang tidak berbeda nyata dengan uji statistik (t student) maka dapat dipastikan pengujian akurat

 

  1. Pengujian ulang benda uji yang disimpan (control sampel/ bahan acuan sekunder)

  2. Kaji ulang hasil uji yang dilaporkan

Manajer laboratorium dapat melakukan jejak audit sebelum memberikan persetujuan terhadap hasil untuk memastikan integritas data uji yang dilaporkan

 

  1. Uji banding laboratorium : uji antar analis atau antar metode dalam satu laboratorium

  • Uji banding antar analis dimaksudkan untuk memastikan pengujian yang dilakukan oleh analis di lab memberikan hasil yang sama
  • Uji banding antar metode dilakukan pada lab yang memiliki lebihdari 1 metode uji untuk parameter yang sama
  1. Pengujian blind sampel

Apa itu blind sampel? Blind sampel adalah sampel yang tidak diketahui kecuali oleh manajer mutu/manajer teknis yang memberikan sampel ke personel (missal sampel yang sudah diuji 3 hari sebelumnya) untuk memeriksa validitas proses pengujian.

 

 

 

 

 

 

Pemantauan eksternal

 

  1. Berpartisipasi dalam uji profisiensi (UP)
  2. Berpartisipasi dalam uji banding laboratorium selain UP

Read Other Insight

  • Validasi pada Metode Pengujian Non Standar Rapid Test Kit di Laboratorium 

    Berdasarkan Sistem Manajemen Mutu ISO/IEC 17025 klausul 7.2 “Laboratorium harus melakukan validasi metode untuk metode non-standar, metode yang dikembangkan sendiri, dan modifikasi metode standar untuk memastikan bahwa metode tersebut cocok untuk penggunaan yang dimaksud.” Validasi metode pengujian diperlukan untuk membuktikan bahwa prosedur yang digunakan mampu menghasilkan data yang presisi dan terpercaya. Pengujian rapid test belakangan…

  • Pentingnya Kalibrasi dan Standarisasi Peralatan Gelas Volumetri di Laboratorium

    Peralatan gelas volumetri di laboratorium memegang peran fundamental dalam berbagai proses analisis kimia, mulai dari pengenceran larutan, pengambilan volume sampel, hingga penyiapan reagen. Agar hasil pengujian dapat dipercaya, setiap penggunaan peralatan gelas seperti labu ukur, pipet, buret, dan silinder ukur harus berdasarkan pada prosedur yang terstandar. Salah satu aspek krusial dalam menjamin validitas hasil analisis…

  • Validasi dan Verifikasi pada Pengujian Kimia

    Validasi & Verifikasi pada Pengujian Kimia: Panduan Lengkap untuk Menjamin Akurasi dan Keandalan Hasil Pendahuluan Validasi & Verifikasi pada Pengujian Kimia adalah proses penting dalam laboratorium untuk memastikan hasil pengujian yang akurat dan sesuai dengan standar global.”Dalam laboratorium pengujian kimia, memastikan hasil yang akurat dan dapat diandalkan adalah prioritas utama. Dua proses penting yang mendukung…

  • Panduan Lengkap: Pengendalian Mutu, Kalibrasi, dan Verifikasi Metode Pengukuran pH di Laboratorium

    Pendahuluan Pengukuran pH merupakan salah satu parameter penting dalam pemantauan kualitas lingkungan, khususnya air. Nilai pH menggambarkan konsentrasi ion hidrogen (H⁺) dalam larutan, yang dapat memengaruhi kelarutan nutrien dan logam berat di ekosistem perairan. Oleh karena itu, memastikan akurasi dan ketertelusuran hasil pengukuran pH menjadi krusial melalui pengendalian mutu, kalibrasi, dan verifikasi metode. Konsep Dasar…

  • Temu Karya Uji Profisiensi LEMIGAS Tingkatkan Validitas Pengujian BBM, Crude Oil, Gas Bumi, Pelumas, dan Kalibrasi

    Sesuai dengan mandat ISO 17025, setiap laboratorium yang terakreditasi ISO/IEC 17025 perlu melakukan jaminan mutu hasil pengujian untuk memantau dan mengevaluasi kinerja laboratorium dalam menghasilkan data yang valid dan akurat. Salah satu jaranya ialah dengan melakukan uji prefisiensi. Uji profisiensi merupakan suatu program yang sangat penting bagi laboratorium uji dan kalibrasi yang telah tersertifikasi ISO/IEC…

  • Titrator otomatis vs Titrator Manual, Mana yang Lebih Efisien

      Pendahuluan Titrasi adalah salah satu metode analisis kimia yang telah digunakan selama lebih dari dua abad. Sejak berkembang pada era industrialisasi di abad ke-18 dan disempurnakan dengan penggunaan buret kaca pada tahun 1890, teknik ini menjadi standar di berbagai laboratorium. Seiring kemajuan teknologi, metode titrasi kini terbagi menjadi dua kategori utama: manual titration dan…